Selamat datang di blog kami...............

Minggu, 04 Desember 2011

perlu evaluasi rsbi


 rintisan sekolah bertarap internasional perlu dievaluasi
 disalin oleh  edysuyatno

RSBI oh RSBI ………… ?
– Niat pemerintah mengevaluasi program rintisan sekolah bertaraf internasional dan sekolah bertaraf internasional (RSBI/SBI) seharusnya tidak setengah hati. Evaluasi khusus terhadap RSBI/SBI sebaiknya bukan untuk mempertahankan, tetapi mengembalikan ke posisi semula, yaitu ke sistem pendidikan nasional.
Demikian diungkapkan beberapa pengamat pendidikan menanggapi dihentikannya pemberian izin baru pendirian (RSBI) mulai 2011 ini. Seperti diberitakan, Kamis (11/3/2011), pemerintah saat ini tengah mengevaluasi 1.329 SD, SMP, dan SMA/SMK berstatus RSBI yang izinnya diberikan pada kurun 2006-2010.
“Kalau mau evaluasi, ya, jangan tanggung-tanggung. Prinsipnya, RSBI/SBI itu jelas-jelas sudah menyimpang dari UU Sisdiknas. Dari sini kita melihat, pemerintah kita ternyata lebih menganggap kurikulum luar itu lebih baik dari kurikulum nasional,” ujar pengamat pendidikan di Education Forum, Suparman, Kamis (11/3/2011).
Suparman mengatakan, anggapan itu akan terbuka dengan melihat lagi Permendiknas No.78 tahun 2009. Permendiknas tersebut menyiratkan kurikulum nasional tidak lebih baik dari kurikulum luar yang dalam hal ini diadopsi sebagai kurikulum SBI/SBI.
“Evaluasinya adalah kembali ke sistem pendidikan nasional dengan mementingkan keunggulan lokal dan nasional. RSBI distop, titik!” kata Suparman.
Romo E Baskoro dari Tim Advokasi Keadilan Pelayanan Pendidikan Dasar untuk Anak Bangsa menyatakan pendapat senada. Ia mengatakan, persoalan RSBI/SBI justeru semakin memantapkan pandangan masyarakat bahwa kebijakan pemerintah sampai saat ini tidak pernah disertai landasan berpikir yang kokoh.
“Pemerintah kita dalam banyak hal memang tidak dipikirkan dengan benar. RSBI/SBI ini kan alasannya biar kita kelihatan bersaing dengan di dunia internasional,” tegas Direktur SMA Kanisius ini.
Ia mengungkapkan, alasan persaingan tersebut mestinya tidak ada lagi. Seharusnya pemerintah berpikir, lanjut dia, bahwa saat ini sudah tidak perlu bersaing, melainkan tapi justeru bermitra dengan sekolah lain di luar negeri.
“Bersaing itu dengan menunjukkan performance yang berkualitas ke negara lain. Tunjukkan pribadi anak-anak kita berkualitas, kualitas internasional, bukan cuma soal bahasa Inggris,” papar Baskoro.
Namun, hal paling pokok perlu diperhatikan pemerintah adalah tatanan peraturan dan landasan berpikir untuk menjalankan program RSBI/SBI yang memang belum kokoh. Sampai saat ini, ujar Baskoro, permasalahan RSBI/SBI masih memperdebat soal penggunaan bahasa Inggris dan hal-hal teknis.
“Sementara landasan berpikirnya tidak ada. Kalau memang tidak siap, ya, RSBI/SBI tak usah diluncurkan. Selalu dikatakan demi menjawab UU Sisdiknas, nyatanya, semua hanya coba-coba,” ucap Baskoro.
sumber: http://edukasi.kompas.com

cerita misteri ' alam lelembut'

CERITA MISTERI 'ALAM LELEMBUT '
OLEH: EDY SUYATNO
           Sebenarnya saya tidak akan menulis ini, karena dilarang anak saya' katanya' hari gini kok cerita alam lelembut.. Apa tidak  materi yang ditulis?.......... yaaa  sekedar iseng  berbagi, bagi yang ingin tahu....... he e e
Begini
Pada hari Kamis Legi 24 Nopember 2011, jam 16.15 ada kabar bahwa ibu ( mertua) meninggal , kami berempat (saya, istri, shita dan dhimasdaru, )  bergegas pulang , anak kami primandaru berangkat dari Denpasar ,Bali langsung  ke Jogja. Kami berada di Jogja sampai menunggu  tujuh harinya. Sedangkan Sitha dan Dhimasdaru, pulang ke Surabaya lebih awal karena segera masuk kerja.
           Sambil menahan sakit gigi,, dan menghilangkan kejenuhan saya iseng baca 'mingguan basa jawa" Djaka Lodang" tertuju cerita misteri jagading lelembut' . sangat menarik, dan  mengesankan saya.  Berikut yang bisa saya  baca dengan bahasa jawa dan saya terjemahkan bebas .

SIAP MEMBANTU MENCARI KEKAYAAN---( si  tuyul )

          Pada suatu ketika, ada seorang Bidan sebut saja Atun, bertugas di Rumah Sakit WaluyoHusada( Samaran) , Dia adalah sosok bidan yang rajin, bekerja keras, rendah hati dan suka menolong . Tugasnya di Rumah Sakit tsb. seperti tenaga  perawat, dokter lainnya mendapat giliran jaga malam.
Malam itu sebenarnya bu bidan Atun, agak ragu untuk berangkat( tugas malam), karena kepalanya terasa berat, pusing. Namun segara  ingat untuk mengambil obat pusing di tas mungilnya. Sebentar kemudian pusingnya  berkurang dan bergegaslah ia bersepeda motor  berangkat ke Rumnah sakit. Dan setibanya di RS, ternyata sudah  ada yang menunggu  tiga orang pasien akan melahirkan. Dia langsung mengerjakan tugas mulia yakni membantu   orang yang sedang melahirkan putra tercintanya.                        Eh  setelah beberapa  saat istirahat kira kira jam 03.00 malam menjelang pagi  kepala bu bidan terasa pusing kembali ..... kumat ?    . Bu bidan Atun pamit  kepada teman  dan perawat yang ada, bahwa ia akan pulang karena   terasa pusing.    Bu bidan ini akan pulang ragu,    karena masih malam dan sepi.   Walau sebenarnya ia termasuk orang yang berani naik motor malam hari,   karena menganggap rumah  tinggalnya tidak jauh ,hanya memakan waktu sekitar 30 menit.
          Walau ragu bu bidan tetap berangkat pulang , dengan merasakan sakit pusing, dia naik sepada motor dengan pelan.  Tepat diperempatan jalan ring road, mau belok ke Godean, terasa sepeda motornya ada yang nggandol.   Dia  menoleh ke belakang    . Eh ... ternyata benar  ada seorang anak pakai topi yang naik / mbonceng dibelakangnya.   Lalu dia berhenti dan bertanya," lho ...le ,  kapan kamu naik /mbonceng motor ini? dan anak  itu menjawab : "Oh ...tadi  bu,... ketika motor lagi pelan akan belok ke barat.   Aku ikut sampai di rumah ya bu........ sebab aku  terpisah dengan temanku."    Bu bidan Atun heran dan merasa ada yang aneh, lalu bertanya lagi: ' Le.... kamu anak kecil kok pergi malam malam begini dan hanya dengan temanmu,  apa orang tuamu tidak mencari ?"  Dia menjawab:  " tidak bu.... sekarang saya tidak punya orang tua.  Apa boleh saya ikut ibu ? Kalu boleh ... nanti saya bantu cari uang. Saya bantu apa saja, yang ibu inginkan.  Boleh ya bu?"
           Sekejab kemudian, bu Bidan Atun, tanggap bahwa dia berhadapan dengan  lelembut.  Maka tangan kanan nya akan membuka topi si anak tadi, namun  tidak boleh . Bahkan topi malah diturunkan agar wajahnya tidak kelihatan. Lalu bu Atun bertanya lagi :"  Jika kamu membantu saya , kamu kan minta upah ?"
Si anak itu menjawab :"Lha iya  bu, saya ingin kuthuk( anak  ayam)  yang di rumah ibu sebagai teman saya." Bu Atun semakin tanggap bahwa dihadapannya itu lelembut' tuyul' yang pekerjaannya mencuri uang, sebab bu Atun merasa di rumah tidak punya ayam, apalagi kuthuk( anak ayam ). Segera bu Atun bertanya: " yang kamu maksud 'kuthuk' itu  anak saya  kan?"   dengan suara pelan sianak menjawab" Iya  bu ,"                                 
       "Begini ya le.......  kamu dan saya ini adalah umat Allah yang Maha Besar,  hanya  kamu dan saya beda alam.              Maka alam saya jangan kamu ganggu.  Saya selalu bersyukur ke hadapan Sang Gusti. Saya mendapatkan uang dan rejeki lainnya, hanya karena saya bekerja giat dan jujur. Dan jika saya kaya  karena kamu bantu dan harus mengorbankan keluargaku, aku tidak mau..... itu  dosa.  Saya takut itu melanggar ajaran agama.  nanti akan dilaknat. Saya takut kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Ayo cepat kamu turun dan aku segera pulang!"       Anak itu menoleh kekanan dan kekiri, sambil berkata: ' Ya sudah bu, aku ikut ibu,  aku tidak minta upah, tidak minta apa-apa. tapi ijinkan saya ikut membantu ibu cari uang. Tapi aku ijinkan cari makan di di jalan, entah siapa... pokoknya bukan keluarga ibu.".
             Bu Atun menjawab: " Bagaimana? kamu tetap mencari korban ? di jalan?" Anak itu diam tertunduk. Bu Atun bicara keras: "Tidak...  tidak bisa.  Itu larangan sang Maha Kuasa. Kalau kamu melanggar,  kamu akan celaka di alam mu.  Ayo cepat turun ! aku akan segera pulang "             Anak itu tetap tida kmau turun dari sepeda motor.    Berhubung bu Atun itu orang yang yang beriman,  taat beragama.     maka sepeda motor di parkir di pinggir jalan, sejenak kemudian bu Atun berdoa (dengan khusuk) kepada Gusti yang Maha Agung, mohon perlindungan dan petunjukNya.
Selasai berdoa, bu Atun menoleh ke sepeda motornya,   dan    .....ternyata  anak kecil, bertopi itu sudah tidak ada.   Entah kemana  anak  kecil tadi.   Langsung saja bu Atun menaiki sepeda motornya , untuk pulang
       Itu   cerita lelembut yang saya baca ............ percaya boleh....... tidak.. ya tidak apa apa. Hanya selingan mengusir kejenuhan .    1Desember 2011
         
        

Senin, 02 Mei 2011

STRATEGI PEMAHAMAN BACAAN

STRATEGI BELAJAR DENGAN ' MERANGKUM'
OLEH:  EDYSUYATNO

BAGAIMANA  KITA MENGGUNAKAN STRATEGI DALAM BELAJAR KHUSUSNYA STRATEGI   BELAJAR MEMAHAMI BAHAN BACAAN              Salah satu strategi yang perlu dicoba adalah dengan cara ' merangkum '
Apa itu merangkum ?
Merangkum adalah meringkas / mengubah suatu bacaan / teks yang panjang menjadi teks singkat yang mengandung butir-butir tertentu; seperti : intisari,  ide kunci ( key ideas), ide pokok, ide utama  yang cukup berharga untuk dicatat dan diingat
Webster menyebut suatu rangkuman sebagai bentuk singkat ide umum,   rangkuman merupakan  distilasi,  kondensasi  dan reduksi dari kerja yang luas menjadi gagasan dasar.
             Saat merangkum, dianjurkan untuk membuang contoh-contoh yang tidak berguna,  memfokuskan pada bacaan.  dan mencari kata kunci dan frase yang merupakan intisari bacaan, serta dapat menangkap ide pokok dan detaail krusial yang menjelaskan bacaan tersebut
             Pada permulaan , biasanya para anak didik ketika merangkum,  hampir semua ditulis,   atau bahkan tidak menulis apapun,  ;mereka menulis yang bertele-tele atau kadang rangkuman nya kurang lengkap.
Padahal , dalam hal ini  seharusnya  , para anak didik, : menulis gagasan pokok,  fokus terhadap detail kunci,  menggunakan kata kunci dan merinci gagasan, dapat menjadi rangkuman yang singkat, padat dan jelas..
             Cara  merangkum bagi anak didik
= strategi ini sebenarnya berguna untuk mempersiapkan anak didik menjadi orang yang mau terus menerus belajar seumur hidup. Bukan sesaat.
- pertama   menggarisbawahi 'bacaan' yang dianggap penting. Setelah itu mencoba  menutup bacaan yang telah digaris bawahi, kemudian membuat kalimat / paragraf singkat dari yang digarisbawahi tadi.
- Hasil tulisan'rangkuman dicocokkan dengan bacaan, atau yang digaris bawahi. begitu berulang, hingga dapat menangka maksud  teks dalam paragrap 'baru'
- Setelah  jadi rangkuman, dicoba lagi menjadi lebih pendek, dengan cara mengurangi kata yang tidak penting, sehingga tinggal informasi yang singkat dan relevaan yang tersisa.
- Coba mengindentifikasi frase atau kata kata kunci menggunakan formula: akabasidi m ( Apa, kapan, bagaimana, siapa , di mana, dan mengapa )



.2 Mei 2011

Rabu, 27 April 2011

STRATEGI PEMAHAMAN BACAAN

THREE MINUTE PAUSE
Oleh : Shita Sophianingreki

        Pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan optimal jika guru mampu menerapkan suatu taktik atau strategi untuk membantu siswa dalam menyelesaikan tugasnya pembelajarannya.
Berikut  kami  berbagi, dalam strategi pemahaman bacaan, melalui : three minute pause (  jeda tiga menit )

       Three minute pause merupakan jeda waktu yang diadakan pada suatu kegiatan pembahasan isi pelajaran . Three minute pause memberi kesempatan kepada siswa untuk berhenti sejenak guna merefleksikan konsep dan tujuan yang akan dicapai,  menghubungkan dengan pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki sebelumnya dan mencari klarifikasi

Langkah langkahnya sebagai berikut:
1. Merangkum ide kunci. Disini , guru  menginstruksikan siswa membuat kelompok ( tiap kelompok 3-5  orang ).  Beri mereka  waktu 3 menit untuk keseluruhan proses. Mula-mula mereka  harus fokus p-ada kunci materi yang dipelajari unntuk mendapatkan ide ide pokok bacaan.


2. Menambah wawasan.   Berikutnya, siswa  mengingat kembali pengetahuan yang telah dimilki dan menghubungkan dengan binformasi yang baru diperoleh.  Pertanyaan yang disarankan  : Hubungan apa yang dapat dibuat ?  Apa saja yang  diingat ? Apa yang dipikirkan dengan informasi baru tadi ? Apa yang dapat ditambahkan ?


3. Sikap mengklarifikasi/ Pertanyaan  
Apakah masih ada hal-hal yang belum jelas ? apakah ada bagian -bagian  yang membingungkan ?. Apakah ada kesulitan menghubungkan dengan pengetahuan dengan sebelumnya ? Dapatkah mencerna lebih dalam?

Mengapa  menggunakan waktu tiga menit ?
Sebebarnya, tidak ada patokaan yang baku, tergantung banyak sedikitnya marteri. Three menute pause adalah sebuah jembatan yang ayik,  suatu kesempatan  bagi siswa untuk mengkonsolidasikan dan mengklarifikasi pemahaman mereka sebelum melangkah materi yang baru.  Strategi ini simpel,  tepat sasaran, produktif, efisien dan bermanfaat.

27 April 2011

BELAJAR DARI KEHIDUPANNYA

NAK BELAJAR DARI KEHIDUPANNYA ( DOROTHY LAW NOLTE )
DITULIS KEMBALI OLEH :  EYANG

JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN CELAAN, IA BELAJAR MEMAKI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN PERMUSUHAN, IA BELAJAR BERKELAHI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN CEMOOHAN, IA BELAJAR RENDAH DIRI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN PENGHINAAN, IA BELAJAR MENYESALI DIRI
JIKA ANAK DIBESARKAN  DENGAN TOLERANSI, IA BELAJAR MENAHAN DIRI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN TOLERANSI, IA BELAJAR PERCAYA DIRI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN PUJIAN ,IA BELAJAR MENGHARGAI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA PERLAKUAN, IA BELAJAR  KEADILAN
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN RASA AMAN, IA BELAJAR MENARUH KEPERCAYAAN
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN KASIH SAYANG DAN PERSAHABATAN, IA BELAJAR  MENEMUKAN CINTA DALAM KEHIDUPANNYA
EDYSUYATNO, akhir April 2011

UNTUK REKAN SEJAWAT GURU TERCINTA

ANAK- ANAKMU  ( Gibran )
ditulis kembali : mased. ( teruntuk teman teman sejawat  guru  tercinta )

Anak- anakmu bukan anak-anakmu
Mereka adalah anak -anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu, tapi mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh- tubuh, tapi bukan jiwa mereka
Karena jiwa jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tidak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada  di masa lalu
Engkau adalah busur-busur  tempat anak-anakmu menjadi anak -anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak -anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan
Akhir April 2011

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN

PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN
Oleh : Edysuyatno
Kedudukan dan fungsi Pancasila di era globalisasi harus mengalami revitalisasi dan reaktualisasi,  sehingga Pancasila tidak hanya sebagai ideologi negara yang formalistis belaka, tetapi Pancasila mampu menyelesaikan setiap permasalahan bangsa yang dihadapi negeri ini.  Dengan demikian, Pancasila akan tetap lestari  dan menjadi pegangan serta perekat bangsa Indonesia dalam menghadapi setiap problematika bangsa ini.
Pancasila sebagai paradigma pemangunan adalah Pancasila sebagai sumber , nilai, azas, kerangka berpikir,  orientasi dasar,  arah dan tujuan dari suatu perubahan menuju kemajuan dan kehidupan  yang lebih baik
Dengan demikian, secara filosofis, hakekat kedudukan Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung kosekuensi bahwa segala aspek  pembangunan nasional harus berdasarkan kepada hakekat nilai-nilai dalam sila-sila Pancasila.  Demikian pula dengan proses pembangunan nasional, sebagai metode untuk mewujudkan tujuan negara, pembangunan nasional harus dikembalikan pada dasar- dasar hakekat manusia monopluralis
Oleh karena itu, pembangunan nasional  harus meliputi aspek jiwa ( akal, rasa, dan kehendak ) raga, individu, mahkluk sosial,  pribadi, dan juga kehidupan ketuhanannya.  Kemudian aspek-aspek tersebut dijabarkan dalam berbagai bidang pembangunan, antara lain : politik, ekonomi, hukum, pendidikan, sosial budaya,  ilmu pengetahuan dan tehnologi serta kehidupan beragama.
Pancasila sebagai paradigma pembangunan meliputi aspek-aspek sbb
...............................................................................................................
...............................................................................................................