THREE MINUTE PAUSE
Oleh : Shita Sophianingreki
Pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan optimal jika guru mampu menerapkan suatu taktik atau strategi untuk membantu siswa dalam menyelesaikan tugasnya pembelajarannya.
Berikut kami berbagi, dalam strategi pemahaman bacaan, melalui : three minute pause ( jeda tiga menit )
Three minute pause merupakan jeda waktu yang diadakan pada suatu kegiatan pembahasan isi pelajaran . Three minute pause memberi kesempatan kepada siswa untuk berhenti sejenak guna merefleksikan konsep dan tujuan yang akan dicapai, menghubungkan dengan pengetahuan atau pengalaman yang dimiliki sebelumnya dan mencari klarifikasi
Langkah langkahnya sebagai berikut:
1. Merangkum ide kunci. Disini , guru menginstruksikan siswa membuat kelompok ( tiap kelompok 3-5 orang ). Beri mereka waktu 3 menit untuk keseluruhan proses. Mula-mula mereka harus fokus p-ada kunci materi yang dipelajari unntuk mendapatkan ide ide pokok bacaan.
2. Menambah wawasan. Berikutnya, siswa mengingat kembali pengetahuan yang telah dimilki dan menghubungkan dengan binformasi yang baru diperoleh. Pertanyaan yang disarankan : Hubungan apa yang dapat dibuat ? Apa saja yang diingat ? Apa yang dipikirkan dengan informasi baru tadi ? Apa yang dapat ditambahkan ?
3. Sikap mengklarifikasi/ Pertanyaan
Apakah masih ada hal-hal yang belum jelas ? apakah ada bagian -bagian yang membingungkan ?. Apakah ada kesulitan menghubungkan dengan pengetahuan dengan sebelumnya ? Dapatkah mencerna lebih dalam?
Mengapa menggunakan waktu tiga menit ?
Sebebarnya, tidak ada patokaan yang baku, tergantung banyak sedikitnya marteri. Three menute pause adalah sebuah jembatan yang ayik, suatu kesempatan bagi siswa untuk mengkonsolidasikan dan mengklarifikasi pemahaman mereka sebelum melangkah materi yang baru. Strategi ini simpel, tepat sasaran, produktif, efisien dan bermanfaat.
27 April 2011
Selamat datang di blog kami...............
Rabu, 27 April 2011
BELAJAR DARI KEHIDUPANNYA
NAK BELAJAR DARI KEHIDUPANNYA ( DOROTHY LAW NOLTE )
DITULIS KEMBALI OLEH : EYANG
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN CELAAN, IA BELAJAR MEMAKI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN PERMUSUHAN, IA BELAJAR BERKELAHI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN CEMOOHAN, IA BELAJAR RENDAH DIRI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN PENGHINAAN, IA BELAJAR MENYESALI DIRI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN TOLERANSI, IA BELAJAR MENAHAN DIRI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN TOLERANSI, IA BELAJAR PERCAYA DIRI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN PUJIAN ,IA BELAJAR MENGHARGAI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA PERLAKUAN, IA BELAJAR KEADILAN
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN RASA AMAN, IA BELAJAR MENARUH KEPERCAYAAN
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN KASIH SAYANG DAN PERSAHABATAN, IA BELAJAR MENEMUKAN CINTA DALAM KEHIDUPANNYA
EDYSUYATNO, akhir April 2011
DITULIS KEMBALI OLEH : EYANG
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN CELAAN, IA BELAJAR MEMAKI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN PERMUSUHAN, IA BELAJAR BERKELAHI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN CEMOOHAN, IA BELAJAR RENDAH DIRI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN PENGHINAAN, IA BELAJAR MENYESALI DIRI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN TOLERANSI, IA BELAJAR MENAHAN DIRI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN TOLERANSI, IA BELAJAR PERCAYA DIRI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN PUJIAN ,IA BELAJAR MENGHARGAI
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN SEBAIK-BAIKNYA PERLAKUAN, IA BELAJAR KEADILAN
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN RASA AMAN, IA BELAJAR MENARUH KEPERCAYAAN
JIKA ANAK DIBESARKAN DENGAN KASIH SAYANG DAN PERSAHABATAN, IA BELAJAR MENEMUKAN CINTA DALAM KEHIDUPANNYA
EDYSUYATNO, akhir April 2011
UNTUK REKAN SEJAWAT GURU TERCINTA
ANAK- ANAKMU ( Gibran )
ditulis kembali : mased. ( teruntuk teman teman sejawat guru tercinta )
Anak- anakmu bukan anak-anakmu
Mereka adalah anak -anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu, tapi mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh- tubuh, tapi bukan jiwa mereka
Karena jiwa jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tidak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu
Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak -anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak -anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan
Akhir April 2011
ditulis kembali : mased. ( teruntuk teman teman sejawat guru tercinta )
Anak- anakmu bukan anak-anakmu
Mereka adalah anak -anak kehidupan yang rindu akan dirinya sendiri
Mereka terlahir melalui engkau tapi bukan darimu
Meskipun mereka ada bersamamu, tapi mereka bukan milikmu
Pada mereka engkau dapat memberikan cintamu, tapi bukan pikiranmu
Karena mereka memiliki pikiran sendiri
Engkau bisa merumahkan tubuh- tubuh, tapi bukan jiwa mereka
Karena jiwa jiwa itu tinggal di rumah hari esok, yang tidak pernah dapat engkau kunjungi meskipun dalam mimpi
Engkau bisa menjadi seperti mereka, tapi jangan coba menjadikan mereka sepertimu
Karena hidup tidak berjalan mundur dan tidak pula berada di masa lalu
Engkau adalah busur-busur tempat anak-anakmu menjadi anak -anak panah yang hidup diluncurkan
Sang pemanah telah membidik arah keabadian, dan ia merenggangkanmu dengan kekuatannya sehingga anak -anak panah itu dapat meluncur dengan cepat dan jauh
Jadikanlah tarikan tangan sang pemanah itu sebagai kegembiraan
Sebab ketika ia mencintai anak-anak panah yang terbang, maka ia juga mencintai busur yang telah meluncurkannya dengan sepenuh kekuatan
Akhir April 2011
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN
PANCASILA SEBAGAI PARADIGMA PEMBANGUNAN
Oleh : Edysuyatno
Kedudukan dan fungsi Pancasila di era globalisasi harus mengalami revitalisasi dan reaktualisasi, sehingga Pancasila tidak hanya sebagai ideologi negara yang formalistis belaka, tetapi Pancasila mampu menyelesaikan setiap permasalahan bangsa yang dihadapi negeri ini. Dengan demikian, Pancasila akan tetap lestari dan menjadi pegangan serta perekat bangsa Indonesia dalam menghadapi setiap problematika bangsa ini.
Pancasila sebagai paradigma pemangunan adalah Pancasila sebagai sumber , nilai, azas, kerangka berpikir, orientasi dasar, arah dan tujuan dari suatu perubahan menuju kemajuan dan kehidupan yang lebih baik
Dengan demikian, secara filosofis, hakekat kedudukan Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung kosekuensi bahwa segala aspek pembangunan nasional harus berdasarkan kepada hakekat nilai-nilai dalam sila-sila Pancasila. Demikian pula dengan proses pembangunan nasional, sebagai metode untuk mewujudkan tujuan negara, pembangunan nasional harus dikembalikan pada dasar- dasar hakekat manusia monopluralis
Oleh karena itu, pembangunan nasional harus meliputi aspek jiwa ( akal, rasa, dan kehendak ) raga, individu, mahkluk sosial, pribadi, dan juga kehidupan ketuhanannya. Kemudian aspek-aspek tersebut dijabarkan dalam berbagai bidang pembangunan, antara lain : politik, ekonomi, hukum, pendidikan, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan tehnologi serta kehidupan beragama.
Pancasila sebagai paradigma pembangunan meliputi aspek-aspek sbb
...............................................................................................................
...............................................................................................................
Oleh : Edysuyatno
Kedudukan dan fungsi Pancasila di era globalisasi harus mengalami revitalisasi dan reaktualisasi, sehingga Pancasila tidak hanya sebagai ideologi negara yang formalistis belaka, tetapi Pancasila mampu menyelesaikan setiap permasalahan bangsa yang dihadapi negeri ini. Dengan demikian, Pancasila akan tetap lestari dan menjadi pegangan serta perekat bangsa Indonesia dalam menghadapi setiap problematika bangsa ini.
Pancasila sebagai paradigma pemangunan adalah Pancasila sebagai sumber , nilai, azas, kerangka berpikir, orientasi dasar, arah dan tujuan dari suatu perubahan menuju kemajuan dan kehidupan yang lebih baik
Dengan demikian, secara filosofis, hakekat kedudukan Pancasila sebagai paradigma pembangunan nasional mengandung kosekuensi bahwa segala aspek pembangunan nasional harus berdasarkan kepada hakekat nilai-nilai dalam sila-sila Pancasila. Demikian pula dengan proses pembangunan nasional, sebagai metode untuk mewujudkan tujuan negara, pembangunan nasional harus dikembalikan pada dasar- dasar hakekat manusia monopluralis
Oleh karena itu, pembangunan nasional harus meliputi aspek jiwa ( akal, rasa, dan kehendak ) raga, individu, mahkluk sosial, pribadi, dan juga kehidupan ketuhanannya. Kemudian aspek-aspek tersebut dijabarkan dalam berbagai bidang pembangunan, antara lain : politik, ekonomi, hukum, pendidikan, sosial budaya, ilmu pengetahuan dan tehnologi serta kehidupan beragama.
Pancasila sebagai paradigma pembangunan meliputi aspek-aspek sbb
...............................................................................................................
...............................................................................................................
Rabu, 13 April 2011
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN 'INTERNET'
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN 'INTERNET' UNTUK BELAJAR BAHASA INGGRIS
oleh : mam shita
Saya sangat setuju jika belajar itu harus dalam situasi yang menyenangkan. Apalagi belajar bahasa asing seperti 'bahasa Inggris' Belajar yang menyenangkan banyak bergantung kepada metode dan media pembelajaran yang digunakan, Kali ini saya akan berbagi tentang: penggunaan media " internet" dalam pembelajaran bahasa Inggris. ".
Kata media berasal dari bahasa latin yaitu ;'medius' yang secara harfiah berati : tengah., perantara, atau pengantar.Menurut Gerlach dan Ely (1971), media apabila dipahami secara garis besar adalah materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan atau sikap. Sehingga guru, buku teks dan lingkungan sekolah merupakan media. Fleming ( 1987;234) menyetakan bahwa media berfungsi untuk mengatur hubungan yang efektif antara dua fihak yaitu siswa dan isi pelajaran.
Salah satu alasan penggunaan media pembelajaran adalah terkait dengan manfaat media pembelajaran bagi keberhasilan belajar mengajar di kelas. Salah satu aspek yang menentukan keberhasilan dalam belajar mengajar adalah pemilihan media pembelajaran yang tepat.. Menurut Hamalik (1986), media pembelajaran yang tepat dapat mmembangkitkan motivasi, keinginan minat dan rangsangan kepada siswa.
Pemilihan media pembelajaran disesuaikan dengan situasi, kondisi yang muncul saat anak sedang belajar dan juga pembelajaran yang menyenangkan yang dirancang oleh sang guru. Media 'internet ' sangat cocok( saat ini ) dalam pembelajaran Bahasa Inggris. cocok untuk segala situasi. Contohnya : ketika itu akan ada kegiatan lomba ' baca berita bahasa Inggris' Sementara saya gurunya tidak dapat memberi contoh bagaimana membaca berita yang 'baik'
Maka disitulah media 'internet' dimanfaatkan, dibukalah YOU TUBE untuk mencari contoh-contoh membaca berita.
'internet' dirancang untuk media pembelajaran yang berkaitan tema tertentu, misalkan tentang kesehatan gosok gigi, tentang puisi dan tema - tema yang lain.Karena buku yang ada dan buku pedoman/petunjuk akan nampak pasif jika tidak didukung perubahan,'activ' dari internet. Sementara untukpembelajaran yang menyenangkan , dicarikan lagu-lagu ringan yang sesuai dengan tema pembelajaran. sehingga siswa tidak bosan.. Dan masih banyak lagi.
oleh : mam shita
Saya sangat setuju jika belajar itu harus dalam situasi yang menyenangkan. Apalagi belajar bahasa asing seperti 'bahasa Inggris' Belajar yang menyenangkan banyak bergantung kepada metode dan media pembelajaran yang digunakan, Kali ini saya akan berbagi tentang: penggunaan media " internet" dalam pembelajaran bahasa Inggris. ".
Kata media berasal dari bahasa latin yaitu ;'medius' yang secara harfiah berati : tengah., perantara, atau pengantar.Menurut Gerlach dan Ely (1971), media apabila dipahami secara garis besar adalah materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan atau sikap. Sehingga guru, buku teks dan lingkungan sekolah merupakan media. Fleming ( 1987;234) menyetakan bahwa media berfungsi untuk mengatur hubungan yang efektif antara dua fihak yaitu siswa dan isi pelajaran.
Salah satu alasan penggunaan media pembelajaran adalah terkait dengan manfaat media pembelajaran bagi keberhasilan belajar mengajar di kelas. Salah satu aspek yang menentukan keberhasilan dalam belajar mengajar adalah pemilihan media pembelajaran yang tepat.. Menurut Hamalik (1986), media pembelajaran yang tepat dapat mmembangkitkan motivasi, keinginan minat dan rangsangan kepada siswa.
Pemilihan media pembelajaran disesuaikan dengan situasi, kondisi yang muncul saat anak sedang belajar dan juga pembelajaran yang menyenangkan yang dirancang oleh sang guru. Media 'internet ' sangat cocok( saat ini ) dalam pembelajaran Bahasa Inggris. cocok untuk segala situasi. Contohnya : ketika itu akan ada kegiatan lomba ' baca berita bahasa Inggris' Sementara saya gurunya tidak dapat memberi contoh bagaimana membaca berita yang 'baik'
Maka disitulah media 'internet' dimanfaatkan, dibukalah YOU TUBE untuk mencari contoh-contoh membaca berita.
'internet' dirancang untuk media pembelajaran yang berkaitan tema tertentu, misalkan tentang kesehatan gosok gigi, tentang puisi dan tema - tema yang lain.Karena buku yang ada dan buku pedoman/petunjuk akan nampak pasif jika tidak didukung perubahan,'activ' dari internet. Sementara untukpembelajaran yang menyenangkan , dicarikan lagu-lagu ringan yang sesuai dengan tema pembelajaran. sehingga siswa tidak bosan.. Dan masih banyak lagi.
Langganan:
Postingan (Atom)